"Wajar saja sudah puluhan tahun Bandung Utara dirusak jadi inilah akibatnya, Cikapundung meluap," ujar pakar Hidrologi dari Universitas Padjadjaran, Chay Asdak, saat dihubungi detikbandung, Kamis (26/3/2009).
Sungai Cikapundung yang hulunya berada di Desa Suntenjaya, Maribaya dan Dago Bengkok, rusak oleh konsep tata ruang yang tidak jelas. Peraturan daerah tentang Kawasan Bandung Utara belum bisa dilakukan seperti adanya pengalihan fungsi lahan di Punclut.
"Kalau konsep sudah bisa dipraktekkan untuk mempertahankan hutan di Bandung Utara, Cikapundung tidak perlu meluap," tambah Chay.
Selain karena perusakan di daerah hulu, bangunan di bantaran sungai, sampah, dan sedimentasi di sepanjang daerah aliran sungai Cikapundung juga menjadi penyebab meluapnya Cikapundung.
"Karena faktor-faktor itu kejadian ini bisa terjadi. Semuanya sudah terintegrasi dan seperti menunggu waktu banjir lebih besar," katanya.
Saat ditanya tentang volume curah hujan karena faktor pemanasan global, Chay membantahnya. Ia mengatakan volume curah hujan tetap sama sepanjang tahun.
"Tidak ada yang berubah dari tingkat curah hujan di alam ini," katanya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(rks/ahy)











































