Demikian pengakuan dua orang siswa Rizky Firmansyah (17) dari SMK 6 Bandung dan Cynthia (17) SMA Kristen I Bina Bakti Bandung saat mengikuti simulasi pemilihan suara di SMU Negeri 9 Bandung, Jalan LMU Suparmin, dekat Bandara Husein Sastranegara. Kedua siswa ini menilai pemilu tahun 2009 terlalu sulit.
"Kertas suara kebesaran dan susah mengingat orang yang mau dipilih, ditambah biliknya terlalu sempit," kata Cynthia usai melakukan simulasi penyontrengan, Rabu (25/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak tahu siapa yang akan dipilih," kata Rizky.
Selain masalah pokok calon yang akan dipilih, kedua siswa pun mengaku teknik contreng pada pemilu 2009 terlalu merepotkan. Rizky mengatakan, teknik coblos adalah cara yang mudah untuk menentukan pilihan.
Simulasi pemilihan suara di SMAN 9 Bandung ini merupakan kerjasama KPU Kota Bandung, Dinas Pendidikan Kota Bandung dan pengelola SMAN 9 Bandung sebagai sosialisasi kepada pemilih pemula. Pemilih pemula di Kota Bandung mencapai 1.612.180 orang atau 15 persen dari total pemilih.
Pada simulasi ini dilibatkan 150 peserta. Namun, karena keterbatasan contoh surat suara yang harus disebar di seluruh sekolah, simulasi hanya dilakukan untuk 6 orang siswa.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(rks/rks)











































