Saat tiga orang penyayi organ tunggal menyanyikan mars Partai Republikan, tiba-tiba di tengah lagu, pet...listrik padam. Kontan saja, dua ratusan simpatisan parpol langsung bersorak. "Huuuuuu..teu baleg (enggak bener-red)," teriak massa.
Insiden itu membuat salah satu caleg DPR RI, Yunus Situmorang, geram. Dia menyatakan pihaknya merasa dirugikan dengan insiden koslet listrik yang terjadi dua kali itu. Menurut dia seharusnya pengelola gedung sudah paham dan mengerti untuk mengatasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu petugas teknisi gedung Nunuh (45), mengatakan koslet terjadi karena fiting yang dipakai oleh penyewa gedung murahan, sehingga tak kuat menahan daya listrik yang besar.
"Untuk lampu saja, GOR ini perlu 22 ribu watt. Belum ditambah dengan sound system yang dipakai partai, jadi fiting enggak kuat menahan aliran listrik," jelasnya.
Karena itu, kata dia, solusi satu-satunya penyewa gedung harus menggunakan fiting yang mahal. Koslet listrik itu sudah dua kali terjadi. Pertama pada saat hiburan organ tunggal baru saja dimulai. (ern/ern)











































