Satu korban tewas yang akibat kebakaran di Ciumbuleuit, Rabu (25/3/2009) dini hari adalah Anah (67), istri pemilik rumah Iri (70). Anah ditemukan petugas pemadam kebakaran dalam kondisi hangus di ruang tamu.
Kebakaran yang menghanguskan rumah di Jalan Ciumbuleuit Atas, RT 2 RW 3 Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, terjadi di saat penghuni rumah tertidur lelap. Ada tiga rumah berdempetan yang terbakar.
Selain rumah dua lantai milik Iri yang ludes, rumah yang ditempati salah satu putranya Dedi di sisi kiri terbakar bagian atapnya, serta di belakangnya rumah milik kerabat Iri bernama Tetti yang bertingkat tiga terbakar dua lantai teratas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Muttaqien, kebakaran terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. "Saya terbangun bukan karena ada api, tetapi karena ada hawa panas persis di bawah ruang tidurnya di lantai atas. Saat melihat ke bawah, sudah ada api tetapi belum begitu besar. Sekejap saja, saya langsung menyelamatkan istri dan anak saya lewat jendela kamar," papar Muttaqien sedih.
Jendela kamar Muttaqien menghubungkan kamarnya dengan kamar tidur kakak iparnya Dedi. Dari sanalah mereka berhasil keluar. Setelah berada di luar, baru kemudian mereka mendobrak pintu rumah.
"Ketika didobrak, bapak sudah berada di dekat pintu dan api sudah membesar dan asap pekat. Bapak sudah terlentang di lantai, lalu kami keluarkan. Lalu saya berteriak-teriak mencari emak. Tetapi karena api sudah membesar dan ruangan penuh asap, akhirnya kita keluar dari rumah," tutur Muttaqien.
Pukul 01.00 WIB mobil pemadam kebakaran yang berjumlah tujuh unit datang secara bergelombang. Api baru bisa dipadamkan sekitar jam 03.30 WIB.
Iri kemudian dibawa ke RS Salamun karena terkena sambaran api. Sementara istrinya ditemukan tewas mengenaskan di ruang tamu oleh petugas pemadam kebakaran.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (lom/lom)











































