dr. Irawati Irfani, Sp.M, dokter spesialis mata di RS Cicendo, mengatakan, pasien mata karena kasus kebanyakan minum alkohol oplosan meningkat dalam dua tahun terakhir. Pada akhir tahun 2008, RS Cicendo merawat 38 pasien yang buta karena alkohol oplosan.
"Setiap hari jumlahnya meningkat," kata Irawati usai konferensi pers mengenai 'Simposium Kegawatdaruratan di Bidang Mata; THT-Kelamin, dan Kulit', di RS Hasan Sadikin Bandung, Selasa (24/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Minuman beralkohol yang banyak dijual bebas di warung-warung lalu dicampur dengan banyak jenis campuran alkohol lain, merupakan penyebab utama kerusakan kornea mata," katanya.
Saat ditanya usia pasien yang mengidap penyakit mata karena alkohol oplosan, Irawati mengatakan usianya antara 18-40 tahun.
"Karena pergaulan hidup sekaran, tidak selalu pada kaum renta. Remaja juga banyak yang mengonsumsi," katanya.
Bagaimana dengan minuman alkohol yang dijual di hotel dan restoran besar? Irawati menjawab,"Kalau yang di hotel tidak selalu sebabkan kebutaan."
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(rks/rks)










































