Warga Palembang Kehilangan Anaknya di Bandung

Warga Palembang Kehilangan Anaknya di Bandung

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 24 Mar 2009 12:03 WIB
Warga Palembang Kehilangan Anaknya di Bandung
Bandung -

Seorang bapak bernama Syukron (43), warga Kampung Pulo Baringin RT 1 RW 5 Kecamatan Muara Dua, Kabupaten Oku Selatan, Palembang, mengaku kehilangan anak di Pasar Induk Caringin, Senin (23/3/2009), pukul 08.00 WIB.

Syukron datang dari Palembang ke Bandung sejak Minggu (22/3/2009), dengan menaiki bus Putra Rafflesia. Dia datang bersama dua anaknya, Sugih (15) dan Andika (12). Mereka menginap di salah satu hotel di Jalan Pasir Kaliki.

Senin pagi, Syukron mengajak kedua anaknya ke Pasar Induk Caringin, Jalan Soekarno Hatta, untuk menagih utang ke pedagang buah-buahan di sana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Palembang saya punya lahan yang ditanami buah pisang dan buah jeruk. Saya mau nagih utang, totalnya Rp 18 juta," ungkapnya kepada wartawan di pelataran Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (24/3/2009).

Syukron mengaku meminta Sugih dan Andika menunggu di luar pasar. Namun menurut keterangan Sugih, kata dia, setengah jam kemudian, Andika menyusul Syukron ke dalam. "Anak saya yang besar Sugih sempat nanya mau ke mana, dia bilang mau nyusul bapak," ceritanya.

Tak lama kemudian, Syukron ke luar pasar. Namun tidak bersama Andika. "Saat saya tahu Andikan menyusul, saya langsung mencari-cari dia di pasar, tapi tak juga ketemu," tuturnya.

Lalu Syukron mencari ke Terminal Leuwi Panjang, yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari pasar. Syukron mengaku panik saat dia tak temukan Andika. Lalu dia naik bus hingga Cibiru untuk mencari Andika.

Sampai di Cibiru, dia tak temukan juga anaknya. Kemudian, dia bersama Sugih makan di sebuah warung. Saat akan membayar, Syukron baru menyadari dompetnya yang disimpan di saku celananya hilang.

"Sepertinya dicopet saat di bus. Uangnya ada sekitar Rp 1,1 juta. Untunglah di saku saya masih ada uang puluhan ribu," katanya. Kemudian dia ke Polda Jabar untuk melaporkan anaknya yang hilang serta dompetnya.

Namun oleh petugas jaga, dia diminta melapor ke Polsek. Akhirnya sekitar pukul 16.30 WIB, Syukron melapor ke Polsek Cibiru yang diterima oleh Kepala SPK Aiptu Eo Rangkuti.

Tapi laporan yang diterima hanya soal dompet hilang. Soal Andika yang hilang, Syukron diminta melapor ke Polsek Babakan Ciparay. "Saya melapor pukul 19.30 ke Polsek Babakan Ciparay," tuturnya.

Bersama anaknya Sugih, tadi malam Syukron menginap di sebuah masjid di daerah Babakan Ciparay. "Saya nyari ke Gasibu berharap Andika ada di sini. Karena ini kan tempat tongkrongan," katanya yang mengaku menjual jam tangannya seharga Rp 15 ribu tadi pagi. Syukron mengaku kehabisan bekal.

Ciri-ciri anak Andika, memakai jaket sweater abu-abu muda berkupluk, kaus warna hitam, ceana jeans biru panjang, sandal gunung. Di bagian bawah bibir sebelah kanan ada tahi lalat, mempunyai kuolit sawo matang, dan rambut lurus belah dua.



Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.

(ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads