Pertandingan yang dimulai pukul 15.00 siang tadi diawali lantunan lagu "Indonesia Raya". Sejurus kemudian, satu per satu bintang memasuki arena. Denny Sumargo, Andi 'Batam' Poejakusuma, Rony Gunawan, Isman Thoyib, Mario Wuysang, Kelly Purwanto, dan lain-lain memasuki lapangan. Tepuk tangan dan sorak meriah dari ribuan penonton memenuhi GOR.
Pertandingan berjalan ketat. Kedua kubu yang terbagi atas tim Merah dan Putih susul menyusul angka. Denny Sumargo dan Kelly Purwanto dari tim Putih beberapa kali meliuk-liuk melewati lawan. Seakan tidak mau kalah aksi dengan sesama rekannya di tim Putih, Mario Wuysang juga beberapa kali melakukan tembakan tiga angka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kuarter pertama diakhiri dengan skor 25-24 untuk kemenangan tim merah. Kuarter kedua menghasilkan skor 47-57 dengan tim putih sebagai pemenang. Kuarter ketiga skor masih untuk keunggulan tim Putih 73-82.
Pertandingan disela oleh pertunjukan slam dunk. Christian Ronaldo Sitepu, Amin Prihantono, Isman Thoyib, Rony gunawan, dan Max Yanto menjadi eksekutor. Isman Thoyib keluar sebagai juara dan mendapat uang satu juta rupiah. Dengan gaya superman, Thoyib merengkuh nilai tertinggi dan mengalahkan Prihantono yang sebelumnya menjuarai kontes slam dunk itu selama dua tahun berturut-turut.
Kuarter terakhir memaksa Batam dari tim Merah mengeluarkan skill tembakan tiga angkanya. Berulangkali tembakannya mencelos jaring. Teriakan penonton pun riuh rendah diiringi tepuk tangan membahana. Total, Batam mengumpulkan 37 poin pada laga yang berakhir dengan skor 117-112 untuk kemenangan tim Merah.
Denny Sumargo menyusul Andy Batam dengan raihan 30 poin dan sembilan rebound. Di samping itu, pada pertandingan itu Rony Gunawan dari tim Merah melakukan rebound terbanyak sejumlah 13 kali dan menceploskan 18 angka.
Acara ditutup pemberian gelar Most Valuable Player (MVP). Dan, seperti sudah diduga penonton selama pertandingan berlangsung, Andy Batam yang meraih gelar tersebut. Batam mendapat dua juta rupiah.
Meski menarik, laga bintang ini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Hal itu diungkapkan Taufik (22), karyawan swasta, seusai laga.
"Saya jauh-jauh dari Jakarta ke sini, tapi ternyata ngga seramai tahun-tahun sebelumnya. Padahal perang All Star kan biasanya buat menarik minat penonton. Sayang sekali acara yang baru kali ini diadakan di Bandung tapi penontonnya tidak ramai," ujar Taufik.
Pantauan detikbandung, hanya sekitar 2 ribuan penonton yang hadir. Padahal kapasitas GOR mencapai 5 ribu penonton.
(afz/afz)











































