Wakil Rektor ITB Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ITB, Widyo Nugroho S menyatakan ke-11 mahasiswa tersebut bisa mendapatkan remisi, dengan syarat bisa berbakti kepada masyarakat.
"Nanti para mahasiswa itu wajib mengikuti program yang dibuat pihak rektorat dan wajib dilaksanakan," tegasnya saat jumpa pers di Ruang Annex Gedung Rektorat ITB, Jalan Taman Sari, Jumat (20/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, membuat pemetaan di kampus Unwim. "Saat ini kan pengelolaan Unwim diserahkan ke ITB. Jadi luas lahan di kampus itu bisa digunakan mahasiswa, seperti kegiatan outbound atau camping," jelasnya.
ketiga, membuat sistem infromasi spasial yang berkaitan pemberdayaan masyarakat. "Bila mereka melakukan pekerjaan yang diberikan, sanksinya akan bisa berkurang satu hingga dua semester," katanya.
Menurutnya pengerjaan proyek kerja sosial itu tidak sendiri-sendiri, tapi dikerjakan secara tim. "Nantinya 11 orang ini membentuk tim," jelas Widyo.
Para mahasiswa tak perlu memikirkan dananya dari mana. Toh, pihak ITB telah menyediakannya. "Karena ini program ITB, jadi dananya pun dari kami. Dananya Rp 65 juta," kata dia.
Namun, lanjutnya, bila para mahasiswa menolak melaksanakannya, mereka dianggap telah melakukan pelanggaran lagi. "Maka ITB akan langsung mengeluarkan mereka," ancamnya.
Sementara itu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ITB Widyo Nugroro S menyatakan meski 11 panitia inti mendapatkan skorsing empat hingga 1 semester, bukan berarti mereka bebas dari biaya kuliah. "Sanksinya tak dikeluarkan, hanya diskorsing. Tapi mereka tetap dibebankan biaya SPP," ujarnya.
Sebelumnya pihak ITB sempat melansir kemungkinan mengeluarkan tiga orang mahasiswa yang dianggap bertanggung jawab atas kematian Dwiyanto Wisnugroho saat mengikuti orientasi mahasiswa ilegal yang digelar IMG pada 7-8 Februari.
Ketiga mahasiswa itu adalah Ketua IMG Gunawan Raditya, Ketua Panitia orienrasi I Putu Tria Dharma, Korlap Orientasi Zahril Affendi. Namun ketiganya hanya dikenai skorsing empat semester. Mereka adalah angkatan 2005.
Sementara 9 panitia inti lainnya dikenai skorsing beragam mulai dari tiga semester, dua semester, dan 1 semester. Sedangkan 93 anggota panitia lainnya diganjar pengurangan 10 SKS.
(ern/ern)











































