ADVERTISEMENT

Mahasiswa ITB Tewas Saat Ospek

Tak Jadi Di-drop Out, Mahasiswa Geodesi ITB Hanya Diskorsing

- detikNews
Jumat, 20 Mar 2009 17:36 WIB
Bandung - Sempat dikabarkan akan di-DO karena kasus kematian Dwiyanto Wisnugroho, tiga panitia inti penerimaan mahasiswa baru Ikatan Mahasiswa Geodesi (IMG) ITB ternyata hanya dikenai sanksi skorsing empat semester. Sementara panitia lainnya dikenai skorsing beragam, mulai dari tiga semester hingga hanya pengurangan SKS.

Tiga mahasiswa yang jadi panitia inti itu adalah Ketua IMG Gunawan Raditya, Ketua Panitia orienrasi I Putu Tria Dharma, Korlap Orientasi Zahril Affendi. Ketiganya dikenai skorsing empat semester. Mereka adalah angkatan 2005.

Hal itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Widyo Nugroho S di ruang Annex Gedung Rektorat ITB, Jalan Taman sari, Jumat (20/3/2009). Menurutnya selain tiga mahasiswa itu, ada 9 panitia inti lainnya yang juga dikenai sanksi skorsing.

"Jadi ada 11 mahasiswa yang diberikan sanksi," ujarnya.

Dua orang mahasiswa dikenai skorsing tiga semester, yaitu Kepala Divisi Kaderisasi Aditya Yudha dan Wakil Kepala Himpunan Bidang Internal Ernis Lukman, yang keduanya angkatan 2005.

Sementara Ketua Acara Deril Awinda (Ang 2005) dan Ketua Materi Nurul Firda (Ang 2006) diganjar hukuman skorsing dua semester.

Sedangkan empat panitia lainnya yang merupakan asisten korlap diberikan hukuman skorsing 1 semester. Mereka adalah Jananuragadi W (Ang 2005), Ikhsan Nurul (2006), Bahtera Aji Wibowo (2005), dan Sahat Martin Philip (2006).

"Selain 11 mahasiswa tadi, dua orang mahasiswa lainnya Jon Mahmudy dan Dias Fahmi Fajri dikurangi 15 SKS. Karena Dias harusnya sidang tahun ini, jadi dia tak boleh ikut sidang," kata Widyo.

Tak hanya panitia inti, 93 anggota panitia aktif lainnya pun diganjar hukuman penguranan SKS sebanyak 10. Hal yang sama juga diperoleh oleh 83 peserta orientasi. Mereka pun diganjar hukuman pengurangan 10 SKS.

Ketua Komisi Penegakan Norma dan Kemahasiswaan Nanang T Puspito menyatakan keputusan ini dilakukan setelah enam kali persidangan. "Mereka sudah melakukan secara sengaja dan telah merencanakan kegiatan tersebut. Apa yang mereka lakukan hasil rapat anggota bersama, makanya semua kena sanksi," jelasnya.

Mahasiswa Geodesi Dwiyanto Wisnugroho meninggal saat mengikuti orientasi Proses Penerimaan Anggota Baru (PPAB) di Lembang pada 7-8 Februari lalu. Belum diketahui penyebab kematian Dwiyanto karena keluarga menolak untuk diotopsi.
(ern/ern)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT