Malah kreativitas menjadi tuntutan orang yang ingin menggelar orkestra di negeri ini. Seperti yang dilakukan Republic Entertainment yang akan memainkan orkestra di tempat-tempat yang tidak semegah gedung konser.
"Green Rhapsody lebih kepada konsep lingkungan dengan menggunakan tempat-tempat yang 'terbuang'," kata Wawan saat konferensi pers di Space 59, Jalan Merak, Bandung, Kamis (19/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, seperti pertunjukan di jalan atau taman-taman kota yang ada," Wawan mencontohkan.
Menurutnya, mengadakan pertunjukan orkestra di tempat seperti itu merupakan tantangan tersendiri. Dia mengatakan kekurangan gedung bukan malah melemahkan semangat berkreasi.
"Ini sebuah tantangan baru untuk EO. Jika selama ini banyak yang mengeluhkan soal kurangnya gedung pertunjukan, EO harusnya akan lebih kreatif," pungkas Wawan.
Disinggung peran pemerintah dalam menyukseskan konsep pertunjukan di tempat terbuka umum, Wawan berharap pemerintah menjadi fasilitator dalam setiap gelaran acara.
"Pemerintah terutama pemkot harus betul-betul jadi fasilitator untuk memfasilitasi warganya. Kita tidak membutuhkan dana dari pemerintah. Kalau bisa, kita jangan terlalu dibebankan dengan pajak atau bebaskan saja dari pajak," ujar Wawan.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ahy/rks)











































