Presiden Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB), Shana Fatina mengatakan pembentukan komunitas ini untuk menggali potensi energi alternatif yang yang ada di setiap daerah. Setiap universitas diharapkan dapat bertukar ilmu pengetahuan dan informasi yang berkaitan dengan energi.
"Karena potensi yang ada di setiap daerah itu berbeda. Dengan adanya komunitas ini kita dapat berbagi," ujar Presiden KM ITB, Shana Fatina saat dihubungi melalui telepon oleh detikbandung, Rabu (18/3/2009).
Shana menambahkan dengan adanya Komunitas Mahasiswa Peduli Energi Nasional ini bukan untuk menyaingi program cetak biru pemerintah tentang pengelolaan energi 2005-2025. Shana berharap dapat terjadi sinergi antara semua pihak, termasuk pemerintah, untuk bekerjasama mengatasi krisis energi di Indonesia.
"Daripada kita hanya bisa mengeluh, sebaiknya kita melakukan inovasi untuk menyelamatkan energi di Indonesia. Kita inginkan adanya kemitraan untuk fokus kepada kemandirian energi," ujarnya.
Menurut Shana, kerjasama komunitas juga untuk berbagi informasi mengenai dana penelitian. Ia menyadari, seringkali dana penelitian terpusat di beberapa universitas tertentu.
"Jika penelitian di universitas A kesulitan mendapatkan dana penelitian, universitas B dapat memberikan informasi celah mendapatkan dana penelitian," ujar Shana.
Shana menuturkan konferensi mahasiswa yang membahas energi nasional akan diselenggarakan setiap tahun.
"Doakan saja komunitas ini dapat berkembang dan bisa memberikan solusi bagi kemandirian energi di Indonesia," ujarnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (rks/rks)











































