Pemprov Minta Perusahaan Bantu Deteksi Kanker Payudara

Pemprov Minta Perusahaan Bantu Deteksi Kanker Payudara

- detikNews
Rabu, 18 Mar 2009 16:00 WIB
Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengaku tidak mampu sediakan Mammografi sebagai pendeteksi kanker payudara. Pemprov berharap perusahaan turut serta dalam mengatasi permasalahan tersebut.

Pernyataan tersebut dikatakan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf seusai resmi membuka Yayasan Kesehatan Payudara (YKP) Jabar di Hotel Banana Inn, Jalan Setiabudi, Rabu (18/3/2009).

Menurut Wagub untuk penyediaan Mammografi di tiap puskesmas kecamatan di Bandung dinilainya terlalu berat karena harga alat pendeteksi tersebut terbilang cukup mahal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau tiap kecamatan cukup mahal, kita tidak sanggup," kata Dede.

Oleh karena itu, Wagub berharap tiap perusahaan melalui program tanggung jawab masyarakat dapat membantu pengadaan Mobile Mammografi yang akan berkeliling di tiap kecamatan untuk membantu mendeteksi dini kanker payudara kepada masyarakat kurang mampu.

"Mudah-mudahan perusahaan dapat membantu lewat program kemasyarakatannya," pungkas Dede.

Senada dengan Wagub, Ketua YKP Jabar Sendy Yusuf berharap peran perusahaan dalam membantu masyarakat dalam pemeriksaan dini terhadap kanker payudara.

"Perusahaan jangan hanya buang limbah saja, tapi juga harus bertanggung jawab kepada masyarakat," kata Sendy.

Dari peran nyata tiap perusahaan, diharapkan dapat membantu masyarakat yang kurang mampu untuk mau memeriksakan kesehatan payudara.

"Dari biaya perusahaan nanti akan kita gunakan untuk bantu masyarakat, sehingga masyarakat yang tidak mampu bisa terbantu," kata Sendy.

Pusat layanan informasi kesehatan payudara Jabar yang berada di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS), saat ini hanya mampu melayani konseling saja.

Ke depannya, YKP Jabar berinisiatif untuk melakukan konseling tidak saja di RSHS, namun juga menjangkau ke mal-mal di Bandung. "Sehingga nantinya tidak perlu datang lagi ke rumah sakit, tapi juga di mal sampai ke pabrik-pabrik," kata Sendy.
(ahy/ern)


Berita Terkait