Pada keranda mayat yang mereka bawa, ditempeli tulisan "Wali Kota Gagal". Tulisan yang sama juga ditempel di bagian punggung demonstran. Dalam orasinya, mahasiswa mendesak wali kota melakukan transparansi anggaran dan proyek pembangunan.
Aksi ini juga merupakan buntut adanya survey dari Masyarakat Transparansi Internasional-Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Survei itu menempatkan Bandung sebagai kota terkorup ke delapan dan pelayanan publik.
"Karena itu kami minta transparansi dari sisi anggaran dan pembangunan," ujar Ketua HMI Cabang Bandung, Suryanto.
Suryanto mengatakan, akan menyampaikan aspirasinya langsung kepada Dada Rosada. Namun, niat itu gagal karena Dada tidak berada di tempat.
Karena tidak jadi bertemu Dada, mahasiswa membakar keranda mayat. Tapi aksi pembakaran itu tidak berlangsung lama, karena langsung dipadamkan oleh seorang polisi. Kejadian ini tidak menimbulkan bentrok mahasiswa dengan aparat yang berjaga. Setelah puas membakar, mahasiswa menghentikan aksinya dan satu per satu meninggalkan komplek Balai Kota.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (rks/ern)











































