Buku panduan pemilu yang saat ini tiba di KPU Jabar merupakan bantuan dari UNDP untuk KPU Pusat, tentang tata cara pelaksanaan pemilu 2009, dari mulai tugas sampai dengan solusi jika terjadi kendala pada saat pemilu berlangsung.
"Dari jumlah tersebut kemungkinan baru bisa mencukupi di tingkat PPS saja," kata sekretaris KPU Jabar Deddy S Warmana saat ditemui di KPU Jabar, Jalan Garut No 11, Bandung, Selasa (17/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena kekurangan ini, KPU Jabar akan meminta petunjuk dari KPU Pusat untuk menambal kekurangan dari buku panduan yang dibutuhkan. "Tapi kita bingung dari mana penggandaanya, karena pagu anggarannya tidak ada," kata Deddy.
Disinggung apakah akan mengadakan tender penggandaan buku panduan untuk menambah kekurangan, Deddy menjawab pihaknya tidak akan melakukan langkah tersebut.
"Kekurangan mungkin akan dibuat dalam bentuk fotocopy, kalau tender tidak akan efektif apalagi tidak ada anggaran untuk penggandaan," kata Deddy.
Untuk sementara, tambah Deddy, pihaknya akan menghitung alokasi buku panduan pemilu. Pembagian tergantung dari jumlah orang yang ada di tiap tingkat pelaksana pemilu. "Berapa orang yang butuh, akan kita hitung dulu. Penyebaran tidak akan sama besarannya," jelas Deddy.
(ahy/ern)










































