Dalam tiga tahun terakhir, Adang melakukan praktiknya di rumah Elis, bibi korban, di Jalan Jurang Gang Masjid Sabilul Huda Kecamatan Sukajadi. Dia mengaku banyak orang yang datang dari berbagai kalangan. "Rata-rata mereka minta air jampe untuk menangkal bahaya, laris usaha dan juga jodoh," ujarnya ditemui di Mapolresta Bandung Barat, Jalan Sukajadi, Selasa (17/3/2009).
Lebih lanjut kepada wartawan dia mengaku saat akan menggagahi korban, dia merayunya dengan mengiming-imingi akan dibelikan baju dan uang. "Ya dia mau saja," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seolah-olah dia kena hipnotis juga saat pelaku melakukannya. Saya sebagai bapak, saya geram," tegasnya.
Sementara itu di tempat yang sama, Abidin, tukang pijat yang disuruh Adang untuk mengaborsi TF, mengaku hanya memijat perut TF selama lima menit. Saat ditanya apakah dia mengetahui TF sedang hamil, Abidin mengatakan dia mengetahuinya.
Kasatreskrim Polresta Bandung Barat AKP Reynold Hutagalung menyatakan polisi masih mendalami kasus ini. "Abidin mengaku hanya tukang pijat biasa, tapi kita duga dia juga dukun aborsi. Siapa tahu masih banyak korbannya," kata dia. (ern/ern)











































