Dukun Cabul Ancam Akan Bunuh Keluarga Korban

Dukun Bandot Cabuli Anak Ingusan

Dukun Cabul Ancam Akan Bunuh Keluarga Korban

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 17 Mar 2009 16:48 WIB
Dukun Cabul Ancam Akan Bunuh Keluarga Korban
Bandung - Adang Kanang (51), pelaku perkosaan anak di bawah umur, TF (13), mengaku sudah enam tahun berprofesi sebagai dukun. Pada saat mencabuli TF, Adang memanfaatkan profesinya itu untuk menekan korban. Dia mengancam jika korban tak mau meladeni nafsu bejatnya, keluarga korban akan didoakan miskin selamanya dan dibunuh.

Dalam tiga tahun terakhir, Adang melakukan praktiknya di rumah Elis, bibi korban, di Jalan Jurang Gang Masjid Sabilul Huda Kecamatan Sukajadi. Dia mengaku banyak orang yang datang dari berbagai kalangan. "Rata-rata mereka minta air jampe untuk menangkal bahaya, laris usaha dan juga jodoh," ujarnya ditemui di Mapolresta Bandung Barat, Jalan Sukajadi, Selasa (17/3/2009).

Lebih lanjut kepada wartawan dia mengaku saat akan menggagahi korban, dia merayunya dengan mengiming-imingi akan dibelikan baju dan uang. "Ya dia mau saja," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun keterangan ini dibantah bapak korban, Tata Supriatna (38). Menurut pengakuan TF, kata Tata, dia diancam Adang. "Setiap kali akan melakukan, dia ancam anak saya. Katanya kalau anak saya tidak mau melakukannya, keluarga akan didoakan miskin dan menderita selamanya. Bahkan Adang juga mengancam akan membunuh keluarga jika anak saya enggak nurut," katanya.

"Seolah-olah dia kena hipnotis juga saat pelaku melakukannya. Saya sebagai bapak, saya geram," tegasnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Abidin, tukang pijat yang disuruh Adang untuk mengaborsi TF, mengaku hanya memijat perut TF selama lima menit. Saat ditanya apakah dia mengetahui TF sedang hamil, Abidin mengatakan dia mengetahuinya.

Kasatreskrim Polresta Bandung Barat AKP Reynold Hutagalung menyatakan polisi masih mendalami kasus ini. "Abidin mengaku hanya tukang pijat biasa, tapi kita duga dia juga dukun aborsi. Siapa tahu masih banyak korbannya," kata dia. (ern/ern)


Berita Terkait