Penegasan ini disampaikan Sekretaris Pimpinan Daarut Tauhiid Jakaria Goro dalam jumpa pers di Kafe Sehat Daarut Tauhiid, Senin (16/3/2009).
"Dia hanya tercatat sebagai santri ketika mengikuti pelatihan saja. Tetapi setelah mengikuti pelatihan, dia tidak tercatat lagi sebagai santri tetapi alumni," ujar Jakaria.
"Seperti halnya kita sebagai santri di sini, mengikuti pelatihan di tempat lain. Yang kita bawa adalah nama institusi yang bersangkutan," lanjutnya.
Masih menurut Jakaria, ada dua jenis santri di DT yaitu santri karya dan santri mukim. Santri karya adalah mereka yang beraktivitas penuh setiap hari di DT, sedangkan santri mukim adalah mereka yang selama satu bulan menempa pendidikan atau terus belajar di DT. "Sisanya adalah jemaat-jemaat DT," tegasnya.
Jakaria menuturkan, selama ini pelaku berdiam di rumah keluarga korban. Ini dikarenakan keprihatinan keluarga korban melihat kondisi pelaku. Bagaimana kondisi dan keberadaan Raden saat ini, Jakaria mengaku tidak tahu. "Justru itu, kami tidak mengetahui keberadaannya," ujarnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(lom/lom)











































