Saat detikbandung mendatangi DT, Senin (16/3/2009), hingga pukul 10.00 WIB, lapak di depan jalan masuk DT yang biasanya ditempati Raden terlihat kosong. Pedagang nasi kuning, Rukmini, yang berdekatan dengan tempat dagangan Raden mengakui, baru kali ini Raden tidak berjualan.
"Biasanya dia buka sejak jam tujuh pagi. Biasanya dia menyapu tempatnya baru menggelar dagangan. Setelah beres, dia makan di sini," tutur Rukmini tetap sibuk dengan aktivitas di gerobak nasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum dikelola Raden, dagangan buku di depan pintu masuk DT dijaga oleh kakaknya. "Saya tidak tahu kapan persisnya berganti, tetapi sudah lama. Sudah lebih dari setahun," terang Rukmini yang juga membenarkan bahwa Raden merupakan bagian dari santri siap guna.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(lom/lom)











































