"Di sebelah mana Daarut Tauhiid harus bertanggung jawab? Kalaupun iya Raden adalah santri siap guna, dia kan hanya ikut program yang diselenggarakan oleh DT. Saya jadi agak bingung kenapa malah melebar ke DT. Ini urusan personal," ujarnya saat dihubungi detikbandung, Minggu (15/3/2009).
Seharusnya, kata dia, keluarga korban lah memproses kasus ini secara hukum, jangan menunggu langkah DT. "Apalagi saya membaca di media massa kalau Bu Lasty bilang Raden sudah dianggap seperti keluarga dan akan diselesaikan secara kekeluargaan. Tetapi kenapa kok diblow up ke media?," tanyanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ern/ern)











































