Korban Dilecehkan di Rumah Orangtuanya

Santri Aa Gym Diduga Lecehkan Bocah 6 Tahun

Korban Dilecehkan di Rumah Orangtuanya

- detikNews
Minggu, 15 Mar 2009 11:04 WIB
Korban Dilecehkan di Rumah Orangtuanya
Bandung - Pelecehan yang diduga dilakukan santri Aa Gym, Raden, dilakukan di rumah orangtua korban. Korban diciumi dan disentuh alat vitalnya oleh pelaku.

Ibunda korban Lasty Anisa (32) menuturkan dia dan suaminya meninggalkan rumah pada tanggal 27 untuk pergi ke luar negeri. "Saya pulang keesokan harinya pada tanggal 28 Februari," ujarnya saat dihubungi detikbandung, Minggu (15/3/2009).

Saat meninggalkan rumah, Lasty mengaku menitipkan anaknya kepada tantenya yang kebetulan menginap di rumahnya. "Pada saat itu si Raden juga menginap di rumah saya. Dia cukup sering menginap, karena dia itu anak rantau yang sudah saya anggap adik saya," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian pada tanggal 1 Maret 2009, kata Lasty, tantenya melaporkan jika Raden telah melecehkan putrinya. "Saat itu saya tidak percaya," ujarnya.

Akhirnya, kata Lasty, dia menanyai anaknya. "Anak saya bilang kalau Raden itu jahat, aku geli sama dia. Dia cium aku di sini dan di sini. Anak saya menunjukkan pipi dan bibirnya," cerita Lasty.

Tak hanya itu, kata Lasty, anaknya pun mengatakan jika Raden menyelimuti dirinya. "Trus dia nyamain noni (alat vital) dia dengan yang aku. Katanya kita samain yuk," ujar Lasty menirukan ucapan anaknya.

Akhirnya, Lasty pun SMS Aa Gym pada siang itu. Namun, Aa Gym baru meneleponnya malam hari. Saat itu Raden masih di rumah. "Saya belum tanyai Raden, saya konsultasi dulu dengan Aa," ungkapnya.

Kemudian Aa Gym menyatakan jika dirinya akan berbicara dengan Raden. Setelah itu, Aa Gym menelepon Raden. Aa Gym pun kembali menelepon Lasty.

"Kata Aa, Raden sudah mengaku dia. Aa bilang terserah saya mau diapain si Raden itu. Tapi dia minta jangan lapor polisi, karena nanti media akan tahu. Banyak yang akan kena getahnya," tutur dia.

Permintaan Aa Gym, diakui Lasty diturutinya. Namun, dia mengaku kini menyesal karena ternyata Aa di koran lokal malah menyatakan tidak mengetahui kasus ini.

(ern/ern)


Berita Terkait