Ibunda korban Lasty Anisa (32) menuturkan dia dan suaminya meninggalkan rumah pada tanggal 27 untuk pergi ke luar negeri. "Saya pulang keesokan harinya pada tanggal 28 Februari," ujarnya saat dihubungi detikbandung, Minggu (15/3/2009).
Saat meninggalkan rumah, Lasty mengaku menitipkan anaknya kepada tantenya yang kebetulan menginap di rumahnya. "Pada saat itu si Raden juga menginap di rumah saya. Dia cukup sering menginap, karena dia itu anak rantau yang sudah saya anggap adik saya," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya, kata Lasty, dia menanyai anaknya. "Anak saya bilang kalau Raden itu jahat, aku geli sama dia. Dia cium aku di sini dan di sini. Anak saya menunjukkan pipi dan bibirnya," cerita Lasty.
Tak hanya itu, kata Lasty, anaknya pun mengatakan jika Raden menyelimuti dirinya. "Trus dia nyamain noni (alat vital) dia dengan yang aku. Katanya kita samain yuk," ujar Lasty menirukan ucapan anaknya.
Akhirnya, Lasty pun SMS Aa Gym pada siang itu. Namun, Aa Gym baru meneleponnya malam hari. Saat itu Raden masih di rumah. "Saya belum tanyai Raden, saya konsultasi dulu dengan Aa," ungkapnya.
Kemudian Aa Gym menyatakan jika dirinya akan berbicara dengan Raden. Setelah itu, Aa Gym menelepon Raden. Aa Gym pun kembali menelepon Lasty.
"Kata Aa, Raden sudah mengaku dia. Aa bilang terserah saya mau diapain si Raden itu. Tapi dia minta jangan lapor polisi, karena nanti media akan tahu. Banyak yang akan kena getahnya," tutur dia.
Permintaan Aa Gym, diakui Lasty diturutinya. Namun, dia mengaku kini menyesal karena ternyata Aa di koran lokal malah menyatakan tidak mengetahui kasus ini.
(ern/ern)










































