Kedatangan mereka meminta kepada polisi menjadi mediator antara Pemkot dan para sopir agar pengoperasian TMB ditunda. "Sebelum konsorsium terbentuk, kami meminta pengoperasian TMB ditunda. Selain itu juga tanggal 23 berkaitan dengan kampanye pemilu 2009. Penundaan ini untuk keamanan," ujar Ketua Tim Verifikasi TMB GM Sirait.
Pada saat pertemuan terakhir Desember lalu, disepakati pengoperasian TMB harus berdasarkan persetujuan pengusaha angkot dan juga Pemkot. "Tapu konsorsium saja hingga saat ini belum terbentuk. Kalau ada kesepakatan, pastinya ada MoU. Tapi sekarang kan belum ada," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari enam trayek itu ada sekitar 1.200 angkot. Sementara sopirnya berjumlah sekitar 3 ribu.
(ern/ern)











































