Pernyataan tersebut dikatakan Anton saat dihubungi detikbandung, Jumat (13/3/2009). Menurut Anton pihaknya merasa terkejut dengan pemberitaan di media massa yang mengatakan jika TMB akan tetap beroperasi di tanggal 23 Maret 2009 nanti.
"Sampai saat ini kita tetap menolak beroperasinya TMB, karena hitung-hitungan yang kita ajukan kepada Pemkot belum ada kesepakatan," kata Anton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan sebelumnya, para pengusaha angkot di Bandung meminta penggantian uang jika TMB beroperasi. Angka yang diajukan kepada pihak Pemkot yaitu Rp 100-150 juta untuk tiap unit angkutan yang dilalui oleh TMB.
Terdapat 8 trayek yang dinilai bersinggungan dengan TMB antara lain, Jurusan Cibiru-Cicadas dengan 200 unit angkot dan jarak singgungan 8 km, Stasiun Hall-Gede Bage 200 unit (8 km), Elang-Gede Bage 125 unit (9 km), Riung Bandung-Dago 201 unit (6 km), Margahayu-Ledeng 120 unit (5 km), Ciwastra-Cijerah 200 unit (3 km), Elang-Mengger 25 unit (3 km), dan Dago-Caringin 140 unit (3 km).
Penolakan terjadi karena dengan beroperasinya TMB dinilai akan mengancam lahan penghasilan para sopor angkot yang jalurnya dilalui TMB.
"Kita tetap menolak sampai ada kepastian hukum yang mengikat, yaitu kesepakatan angka yang kami ajukan," kata Anton
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ahy/ern)