Kepala BBPOM Agus Prabowo saat dihubungi detikbandung, Kamis (12/3/2009), menyatakan kendati tidak melalui uji lab, makanan ringan yang kemasannya bergambar karikatur Presiden Amerika itu sudah menyalahi aturan. "Identitas produsennya saja tidak benar, berarti makanannya pun tidak benar juga," ujarnya.
Menurutnya selain tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa, label yang tertera dalam snack tersebut pun diragukan. "Pelabalen pada snack obama telihat aneh. Dalam produk yang sama ada dua label berbeda dari Depkes. Makanya saya meragukan makanan itu, saya pastikan makanan ringan itu tidak layak untuk dimakan," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan BBPOM Surabaya soal snack obama. Sebab jika dilihat dari nomor Depkes yang tertera dalam kemasan, nomornya menunjukkan jika produsen berada di Jawa Timur. "Tapi hingga saat ini enggak jelas tempat produksinya," kata Agus.
Menurutnya BBPOM setiap hari rutin mengawasi makanan dan obat yang beredar di Bandung. Setiap tim menyambangi toko dan distributor obat dan makanan.
"Kami mengimbau perusahaan yang memproduksi makanan ringan harus memenuhi syarat dari pemerintah. Misalnya soal kemasan, harus mendidik masyarakat atau pantas diperlihatkan dengan tujuan market. Harus ada izin edar atau izin produksi, tanda kadaluarsa, dan nomor layanan konsumen," jelas Agus. (ern/ern)











































