Pemilik 'Monumen 1997' Produsen Tekstil Panasia

Gedung Terbengkalai di Jl Lembong

Pemilik 'Monumen 1997' Produsen Tekstil Panasia

- detikNews
Kamis, 12 Mar 2009 15:17 WIB
Pemilik Monumen 1997 Produsen Tekstil Panasia
Bandung - Pemilik gedung 'Monumen 1997' di Jalan Lembong merupakan perusahaan tekstil atas nama Panasia. Pemkot Bandung mengeluarkan izin pembangunan gedung pada 1994. Gara-gara krisis moneter, pembangunan gedung yang rencananya untuk perkantoran disewakan itu akhirnya terhenti.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Kadistarcip) Kota Bandung Juniarso Ridwan gedung 22 lantai di Jalan Lembong tersebut telah mendapatkan izin sejak tahun 1994. Izin diterbitkan untuk perusahaan tekstil atas nama Panasia. Namun karena krisis moneter yang menerpa Indonesia waktu itu, pembangunan terhenti.

Menurut Kadistarcip, gedung tersebut semula direncanakan untuk perkantoran yang disewakan. "Rencananya bangunan itu akan dijadikan rental office untuk kantor tekstil," kata Juniarso yang ditemui detikbandung seusai pelantikan pejabat di kalangan Pemkot di halaman Balai Kota, Bandung, Kamis (12/3/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika disinggung kekhawatiran warga soal ambruknya gedung itu, Juniarso menyatakan konstruksi bangunan itu kuat, sehingga mustahil untuk ambruk. "Tidak, tidak akan ambruk, karena itu konstruksinya kuat," tegas Juniarso.

Kepemilikan Panasia, diakui oleh satpam dan warga sekitar. Menurut mereka pemilik gedung bernama Awong.

Sebelum dibangun gedung yang kini terbengkalai, area gedung itu merupakan gedung SMP 34. Bahkan menurut warga setempat, pada 1960 sempat dijadikan sekolah khusus etnis Thionghoa.

Pantauan detikbandung saat ini, gedung itu terdiri dari 2 lantai basement dan 20 lantai ke atas. Di sekeliling gedung dipasang seng setinggi tiga meter dengan cat dasar biru. Lalu ada gambar gedung jadi serta tulisan Cikapandung Electronic Center atau CEC.

Gedung ini bisa jadi merupakan gedung tertinggi di Bandung. Sebab gedung BRI Tower yang disebut-sebut tertinggi di Bandung hanya berlantai 17. Meski terbengkalai hingga 12 tahun lamanya, ternyata gedung itu masih dijaga enam satpam secara bergilir. (ahy/ern)


Berita Terkait