"Ya kami minta ditunda hingga pemilu. Karena rencana itu belum disosialisasikan. Pemerintah katanya mau duduk bersama, tapi hingga sekarang belum juga. Tiba-tiba sudah ada rencana pengoperasian TMB," ujarnya saat dihubungi detikbandung, Kamis (12/3/2009).
Selain dianggap mendadak, Asmudianto pun berpendapat tanggal 23 kurang tepat untuk pengoperasian TMB. Sebab, tanggal itu bertepatan dengan jadwal kampanye terbuka yang sudah dimulai pada 16 Maret.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karenanya, kata dia, pihaknya akan segera menghadap wali kota untuk mempertanyakan kebenaran rencana pengoperasian TMB pada 23 Maret. "Saya sebenarnya sudah tanya sama Pak Timbul (Kadishub Bandung-red), dan sepertinya rencana itu sudah pasti," sesalnya.
Menurutnya hari ini, dirinya dan para anggota Kobanter lainnya akan membahas soal TMB. "Setiap kamis kan ada pembinaan. Nah sekalian kami akan bahas soal ini untuk mendengar masukan dari aspirasi dari bawah," ungkapnya.
Uji coba pengoperasian TMB pada 16 Desember lalu ditentang keras oleh para sopir Angkot yang trayeknya dilalui oleh TMB. Mereka melakukan aksi mogok massal yang meluas ke angkot lainnya yang berada di luar trayek TMB. Para sopir angkot itu menghadang bus dan menurunkan para penumpang.
(ern/ern)










































