"Kami menduga, ciki Obama ini merupakan produk rumahan. Bukan produk pabrik," ungkap Ketua Pesat Usep Iskandar Wijaya kepada detikbandung, Rabu (11/3/2009).
Menurutnya, dugaan tersebut dilihat dari niat produsen yang secara tidak gamblang mencantumkan alamat kantornya. Selain itu, takaran atau kandungan bumbu pada snack itu pun berbeda-beda kala disantap.
"Saat dimakan tidak renyah. Rasanya terkadang manis, juga asin. Sepertinya takaran pada ciki itu tidak sesuai," jelas Usep.
Pria berkacamata ini menambahkan, para pedagang siap bekerjasama dengan pihak terkait untuk menangkal beredarnya produk-produk makanan yang tidak layak dikonsumsi. "Intinya, para pedagang pun perlu melindungi konsumennya," pungkasnya.Β
(bbp/ern)











































