Hal itu disampaikan oleh Tommy, salah seorang pelaksana bangunan dari PT Pro Duta, selaku pengembang mal. " Bangunan itu sudah sepuluh ahri dikosongkan dan dalam tahap pembongkaran. Sejak Rabu pekan lalu sudah dipasangi seng dan digembok," ujarnya di lokasi kejadian, Jalan Suniaraja, Selasa (10/3/2009).
Menurutnya saat kejadian, seng dalam keadaan tergembok. Namun warga berhasil memasukinya. Mereka masuk tanpa izin. "Tembok rubuh saat warga akan mengambil rolling door yang terpasang di bangunan," tuturnya.
Karena insiden tersebut, kata dia, rencana pembongkaran yang akan dilakukan Rabu (11/3/2009), dipercepat menjadi hari ini. "Tadi sudah dibongkar secara manual. Besok akan diteruskan lagi pembongkarannya," kata Tommy.
Meski mengaku tak bertanggung jawab dengan robohnya tembok bangunan yang membuat enam orang luka, Tommy berjanji akan memberikan santunan kepada korban.
Tommy melanjutkan mal khusus onderdil mobil itu rencananya akan dibangun seluas 7.200 meter persegi dengan lahan kosong 1.800 meter persegi. "Dalam setahun ke depan kita akan bangun. Nantinya mal ini akan menampung 1.200 pedagang," ujar Tommy.
Sementara itu koordinator wadah pedagang Banceuy, Sutisna (41), mengungkapkan sebelum dibongkar, pasar Banceuy menampung 120 pedagang yang menjual spare part atau onderdil mobil. "Bila mal ini sudah selesai, mereka akan kembali lagi ke sini," kata dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebidang tembok bekas pasar Banceuy roboh dan melukai enam orang. Sisa bangunan pasar itu telah dikosongkan seminggu terakhir. Bangunan itu roboh sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu ada beberapa orang yang sedang mengambil batu-bata sisa bangunan pasar dan membuka rolling door. Di bagian luar tembok yang roboh ada pedagang jamu yang kebetulan sedang mangkal.
(ern/ern)











































