Para pendonor yang sebelumnya dikelompokan melalui kartu donor berdasarkan wilayah tertentu sehingga harus mendaftar ulang bila ingin menyumbangkan darah di luar wilayah kartunya. Dengan Sidora, kini pendonor akan mendapatkan nomor identitas unik yang berlaku secara nasional.
"Tak ada lagi batasan. Sistem ini menerobos batasan tersebut," kata Ketua Umum DPP Sekar Telkom Wartono Purwanto usai kegiatan donor darah serentak di seluruh Indonesia dalam rangka ulang tahun Sekar ke-9 di Gedung Telkom, Jalan Japati No 1, beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baik dari segi proses ataupun form isian yang dipergunakan oleh PMI Bandung juga diterapkan di PMI Indonesia. "Jadi nanti akan muncul angka unik yang hanya dimiliki oleh orang tertentu. Misal nomer 5 di Bandung akan berbeda dengan nomer 5 di Surabaya. Namun saat ini kita tidak mengeluarkan kartu donor darah tersebut, itu jatah PMI untuk mengeluarkan kartu. Tapi secara sistem nomerisasi sudah ada dan siap diberlakukan. Tinggal tunggu saja," katanya menjelaskan.
Di tempat yang sama, Ketua Umum PMI Mar'ie Muhammad mengaku sangat terbantu dengan adanya Sidora. Menurutnya dengan adanya Sidora akan lebih memantau kondisi stok darah dan kebutuhan darah.
Disinggung mengenai pemberlakuan id unik untuk pendonor darah, mantan Menteri Keuangan jaman Orde Baru, mengatakan akan difollow up dan secepatnya akan diberlakukan.
"Kita akan follow up itu. Pokoknya secepatnya lah," katanya singkat.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(afz/lom)











































