Kampanye Caleg Kurang Efektif

Kampanye Caleg Kurang Efektif

- detikNews
Rabu, 04 Mar 2009 20:11 WIB
Bandung - Kampanye calon anggota legislatif harusnya mencerahkan masyarakat. Para caleg harus memberikan edukasi kepada masyarakat. Caleg harus memberikan alasan yang logis kepada masyarakat kenapa masyarakat harus memilih.

"Jangan sampai nasib caleg membaik tapi nasib rakyat tidak membaik," ujar tokoh masyarakat Kota Bandung, Tjetje Padmadinata di acara diskusi terbatas kampanye cerdas di Graha Kompas Gramedia, Jl. R.E. Martadinata, Rabu (4/3/2009).

Pengamat politik, Karim Suryadi, mengatakan komunikasi para caleg dengan pemilih terjebak dengan baliho. Menurutnya kampanye melalui baliho tidak efektif. Baliho tidak menjelaskan visi dan misi para caleg. Ia menambahkan kampanye yang cerdas itu harus dialogis bukan monolog. Kampanye yang cerdas harus terjadi interaksi antara konstituen dengan para caleg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Caleg harus menambahkan pesan-pesan secara tersegmentasi. Para caleg harus menjelaskan program-program apa yang mau dikerjakan jika terpilih nanti," kata Karim.

Senada dengan Karim Suryadi, Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf, mengatakan para caleg harus memampangkan program-program kerja yang akan dikerjakan dalam baliho.

Asep menambahkan caleg yang cerdas itu harus memenuhi lima kriteria. Kriteria pertama cerdas secara substansi yaitu harus terukur. Kedua, menggunakan metode kampanye yang jelas.

Ketiga, menggunakan strategi yang tepat untuk merangkul masyarakat. Keempat, para caleg harus membuat komitmen dengan rakyat dan menandatangani kontrak politik. kelima, outputnya harus mencerdaskan masyarakat.

"Kalo kelima kriteria itu terpenuhi, maka caleg tersebut telah menjalankan kampanye cerdas. Walaupun mungkin dalam pemilu nanti tidak menang tapi caleg tersebut telah memberikan pendidikan politik untuk masyarakat, itu baru politikus sejati," ujarnya.




Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.

(rks/rks)


Berita Terkait