Demikian disampaikan Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia Daops II Bandung, Bambang S. Prayitno, saat dihubungi detikbandung, Jumat (27/2/2009). Menurutnya, penumpang yang berangkat dari Stasiun Bandung pada jadwal normal sebanyak 75 persen dari total tempat duduk yang disediakan. Total penumpang yang biasa diangkut kereta-kereta ke arah timur seperti, Argo Wilis, Turangga, Lodaya (pagi malam), Mutiara Selatan, dan Harina sekitar 1.300 penumpang.
"Tidak signifikan hanya 75%. Pemberangkatan tetap, hanya kereta datangnya telat," katanya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini jalur masih dialihkan ke Cikampek dan Cirebon. Bencana longsor di jalur selatan KA ini terjadi di KM 233, atau di Kampung Kadongdong, Desa Cikarag, Kecamatan Malangbong, Garut, Jawa Barat, sekitar pukul 17.15 WIB, Selasa (24/2/2009).
Menyinggung mengenai kasus longsor di jalur antara Stasiun Cipeundeuy dan Bumi Waluya, Garut, Jawa Barat, Bambang berharap bisa segera selesai dan masyarakat bisa terlayani.
Sementara itu, mengenai kondisi terakhir di lokasi longsor, pihak PT KAI Daops II mengklaim mampu mengerjakan setengah perbaikan. Kedalaman sudah berkurang dari 10 meter menjadi sekitar 2 meter. Perbaikan juga sudah dilakukan pada drainasenya.
Saat ini pengerjaaan perbaikan dilakukan dengan satu buah buldozer, tiga buah eskavator dan pemadat tanah. Pengerjaan penyingkiran tanah longsoran juga dikerjakan oleh tiga shift pekerja kasar. Satu shift berjumlah 80 orang.
"Kita akan segera bereskan," tegas Bambang.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (rks/rks)











































