Di Kampung Jati Handap, Mandalajati Bandung, petugas menerima laporan adanya 22 ekor ayam mati mendadak. Saat dilakukan tes di lokasi, ayam-ayam yang tersisa dinyatakan positif mengidap flu burung. Setelah itu, petugas langsung membakar sisa ayam yang ada di lokasi sebanyak 26 ekor ayam dan empat ekor burung. Ayam-ayam tersebut diambil dari tiga warga, salah satunya milik Ali Sofyan.
Hal yang sama terjadi di Kampung Ciseupan, Pasir Jati, Bandung. Di lokasi ini, petugas mendapat laporan ada 5 ekor ayam mati mendadak. Petugas lalu melakukan tes cepat pada tiga ekor ayam dan menemukan virus mematikan itu pada tubuh ayam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadiannya sejak minggu lalu, tapi kami baru dapat laporan pada hari Rabu (25/2/2009)," ujar Elise Meike, Petugas Parsipatory Disease Surveillance and Response (PPDR) Dinas Pertanian Kota Bandung, saat dihubungi detikbandung, Kamis (26/2/2009).
Menurut Elise, kematian ayam secara mendadak sering terjadi di kedua lokasi. Namun, warga tidak segera melaporkan hal tersebut kepada petugas dinas pertanian. Elise mengakui bahwa di lokasi tersebut, pengetahuan warga tentang penanganan dan pencegahan virus flu burung masih minim.
"Kami akan melakukan penyemprotan dan melakukan sosialisasi lagi," kata Elise.
Saat ditanya tentang reaksi warga yang ayam-ayamnya mati, Elise mengatakan warga tidak keberatan dengan aksi pembakaran tersebut.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (rks/ern)










































