Demikian ditegaskan oleh ibunda Dani, sang pengendara Suzuki Carry, saat ditemui di rumahnya yang terletak di kawasan Kiara Condong. "Pelakunya harus ditangkap. Ini tindakan kriminal yang brutal," ujar ibu Dani yang tidak mau disebut namanya kepada wartawan, Kamis (26/2/2009).
Sang ibu sendiri mengaku tidak mengetahui penyebab kejadian yang menimpa anak bungsunya tersebut. Sepengetahuan dirinya, anaknya tak pernah berbuat macam-macam. "Dia memang suka otomotif, tapi pergaulannya tidak pernah jauh dari rumah," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain meminta pelaku ditangkap, keluarga merasa saat ini kondisi tidak aman. Kejadian itu membuat keluarga Dani lebih waspada dan berhati-hati.
Seperti diberitakan, Suzuki carry putih yang dikendarai Dani, dikejar-kejar oleh segerombolan massa yang menggunakan sepeda motor yang jumlahnya lebih dari seratus motor. Tepat di depan Kafe Clique samping Kafe Cisangkuy, Jalan Cisangkuy, mobil itu berhenti. Gerombolan massa itu kemudian memecahkan kaca mobil dengan kayu. Lalu mobil digulingkan dan dibakar. Dani sendiri berhasil meloloskan diri. Dikabarkan dia bersama dua temannya.
(rks/ern)











































