Disekap dan Ditodong Kampak, Satpam Borma Syok

ATM Mandiri Dibobol Perampok

Disekap dan Ditodong Kampak, Satpam Borma Syok

Baban Gandapurnama - detikNews
Rabu, 25 Feb 2009 15:37 WIB
Disekap dan Ditodong Kampak, Satpam Borma Syok
Bandung - Menjadi korban penyekapan, merupakan pengalaman kali pertama yang dirasakan Cecep Yadi (31). Sejak dua tahun lalu bekerja sebagai satpam di Borma Jalan Margacinta, dirinya belum bersinggungan dengan kasus perampokan.

"Ini ialah pengalaman pertama disekap pelaku perampokan," jelasnya saat ditemui wartawan di Mapolsek Buahbatu, Jalan Ciwastra, Rabu (25/2/2009).

Dirinya bersama satpam Borma lainnya, Endun (50), tak menyangka harus berurusan dengan para pelaku penggondol mesin ATM Bank Mandiri di area pertokoan Borma, Rabu dini hari (25/2/2009). Tidak hanya itu, Cecep dan Endun pun masih dirundung ketakutan dan trauma. Pasalnya, saat disekap para pelaku di Mushola, keduanya ditempeli senjata tajam di bagian leher.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tangan dan kaki kami diikat tali rapia. Sementara mulut ditutup lakban. Leher saya ditodong dengan kampak. Kalau Pak Endun ditempeli golok. Selain itu, pelaku mengancam sambil menginjak kepala kami," jelas Cecep.

Cecep menuturkan, jumlah pelaku yang berada di sekitar mushola saat itu berjumlah 6 orang. Sementara di luar, dia sempat melihat sekilas ada tiga pelaku.

"Kami berdua sedang istirahat. Tiba-tiba di luar terdengar suara rantai yang terjatuh. Waktu Pak Endun akan ke luar mushola, para pelaku langsung menghadang dan menyekap," tutur bapak satu anak ini.

Menurut Cecep, selama dirinya dan Endun disekap sekitar setengah jam, para pelaku beberapa kali mengeluarkan kalimat ancaman. Bahkan, kartu dan baterai ponsel Endun dilepas dan dilempar pelaku. "Pelaku berkata, diam kamu atau saya bunuh," jelas Cecep menirukan ucapan pelaku yang menodongnya.

Selain itu, kata Cecep, para pelaku yang berada di mushola sempat saling berbincang satu sama lainnya. "Kalau saya simak, bahasa obrolan para pelaku terasa aneh didengar. Pokoknya, logatnya bukan Sunda atau Jawa," terangnya.

Dia menambahkan, setelah berhasil membawa mesin ATM tersebut, terdengar suara mesin mobil. "Terdengarnya ada dua mobil," urai Cecep.

Keduanya berhasil lolos dari sekapan sekitar pukul 04.30 WIB. Setela tali ikatan lepas, Cecep pun segera melapor kejadian tersebut ke Mapolsek Buahbatu, Jalan Ciwastra. "Kami melepas ikatan dengan cara menggesekan tali rapia dengan kaleng obat nyamuk yang ada di mushola," ujarnya.

Aksi pencurian mesin ATM dini hari tadi, tak ayal membuat pikiran Cecep dan Endun diselimuti bayang-bayang kejadian tersebut. Yang diingat mereka berdua ketika disodori senjata tajam ialah sanak keluarga di rumah. "Boro-boro mau melawan, justru saya langsung teringat keluarga yang di rumah," jelas Endun kepada wartawan di Mapolsek Buahbatu.
(bbp/ern)


Berita Terkait