Instruktur memberikan aba-aba dengan menggunakan isyarat tangan. Anak-anak tampak antusias memainkan angklung mereka. Ada yang memainkan dengan asal, ada juga yang memainkan sesuai dengan intruksi yang diberikan. Mereka asyik sendiri dengan angklung yang mereka genggam. Setelah diajarkan sekilas cara memainkan angklung, mereka memainkan lagu-lagu seperti 'balonku', 'kasih ibu' dan 'ambilkan bulan'.
Berbeda dengan anak-anak, tentunya para pendidik Paud yang ikut memainkan angklung tampak serius mendengarkan instruksi yang diberikan. Mereka memainkan angklung sesuai intruksi. Sambil menyanyikan lagu tangan mereka bergerak memainkan angklung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Netty Heryawan, Ketua PKK Jawa Barat sekaligus ketua pembina HIMPAUD Jawa Barat mengatakan sangat senang dengan diadakan acara bermain angklung ini. Menurutnya, anak-anak saat ini hanya belajar yang mengasah kemampuan otak kiri saja. "Otak kanan selama ini diabaikan," ujarnya.
Ia menambahkan seharusnya anak-anak juga diberikan pendidikan kesenian dari kecil sehingga terjadi keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri. "Anak-anak akan lebih cerdas," ujarnya.
Selain bermain angklung, juga diselenggarakan workshop untuk para pendidik Paud. Workshop ini bertujuan untuk memberikan bekal terhadap para pendidik untuk mencerdaskan anak atas dasar potensi alamiah. Acara berlangsung dari pukul 08.00-13.00 WIB.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ema/ern)










































