"Saat itu jalur sedang kosong," ujar Kepala Humas PT KAI DAOP II Bandung, Bambang S. Prayitno, saat dihubungi detikbandung, Selasa (24/2/2009).
Longsor terjadi akibat hujan lebat yang turun berhari-hari. Akibat longsor tersebut, tujuan dari timur ke Bandung dan sebaliknya mati total. Penumpang terpaksa harus menambah waktu perjalanannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya tentang lamanya perbaikan jalur kereta tersebut, Bambang memprediksi jalur akan kembali normal pada tempo 3 hari ke depan.
"Kami usahakan secepatnya. Bagaimanapun caranya, jalur harus kembali normal," ujar Bambang.
Beberapa titik di jalur kereta yang menuju timur Jawa, disebut sebagai rawan longsor. Daerah antara Cibatu sampai Tasikmalaya merupakan daerah yang diwaspadai PT. Kereta Api Indonesia. Sebab, sering terjadi pergerakan tanah di daerah tersebut.
Untuk mengantisipasi longsor lanjutan, PT KAI Daop II Bandung, menyiagakan beberapa petugas jaga dari desa dan pihak kereta api. Petugas jaga desa berjumlah tiga orang dan satu regu lain dari pihak kereta api.
"Kami siagakan selama 24 jam," ujar Bambang.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (rks/ern)










































