Menurut Kapolsek Cibeunying Kidul AKP Salim Aziz, korban naik angkot plat nomor D 1983 CE dari Cicabe Cicaheum. Di tengah perjalanan, baru 2 kilometer setelah korban naik, sang sopir Adi Ripa, heran dengan posisi korban.
"Awalnya sopir menduga dia tidur. Namun sopir heran karena kepalanya menengadah dan mulutnya terbuka. Akhirnya dia menepikan mobilnya dan meminta tolong warga sekitar," ujar Salim di Mapolsek Cibeunying Kidul, Jalan Ahmad Yani, Selasa (24/2/2009)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mendapat laporan 14.25 WIB. Kemudian olah TKP. Tidak ada tanda kekerasan. Kita tengah meminta keterangan dari keluarga apakah sakit atau tidak," ujarnya.
Sementara itu salah seorang warga, Nandang (43), mengatakan dirinya tengah berada di pinggir jalan saat sopir memanggil warga. "Saya meraba bagian hodungnya dan tak ada hembusan napas, lalu saya menelepon polisi," katanya.
Sementara itu salah seorang anaknya Nur Abi Febriana (19), mengaku selama ini ibunya memang menderita sesak napas. Pada saat akan berangkat tadi, ibunya mengeluh pada kakaknya kalau dadanya sakit seperti ditusuk.
"Ibunya selama ini bisnis kredit beras, tadi dia pergi akan menagih kredit beras ke rekannya. Selama ini ibu memang suka sesak napas. Selama ini ibu sering mengonsumsi obat sesak napas. Ibu jadi ketergantungan, tiap hari harus minum obat itu," katanya.
(ern/ern)










































