Tiga Peziarah Tampomas Tewas Disambar Gledek

Tiga Peziarah Tampomas Tewas Disambar Gledek

- detikNews
Minggu, 22 Feb 2009 11:26 WIB
Tiga Peziarah Tampomas Tewas Disambar Gledek
Bandung - Maksud hati berziarah ke makam karuhun (nenek moyang-red) Sumedang di Gunung Tampomas, tiga orang asal Indramayu dan Subang tewas mengenaskan disambar petir. Tubuh mereka terkapar gosong sekitar 200 meter sebelum makam.

Mereka yang tewas adalah Ahid (41), warga Desa Sewo Kecamatan Pusakanagara Kabupaten Subang, Annisa (26) warga Tulangkacang Kecamatan Bongas Kabupaten Indramayu, dan Tiwen (55), warga Blok Karangrata Kecamatan Hajatan Kabupaten Indramayu.

Menurut Wasli (49), Ketua rombongan peziarah Indramayu, jumlah rombongan enam orang, termasuk dirinya. Mereka naik gunung Sabtu (21/2/2009) pukul 08.00 WIB lewat jalur Desa Narimbang. Mereka diantar seorang warga Congeang bernama Mumuh (45).

"Kami berangkat bareng dengan rombongan peziarah dari Subang sebanyak lima orang," katanya, di Puskesmas Congeang, Minggu (22/2/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam perjalanan kaki menuju puncak, tiba-tiba hujan deras mengguyur gunung tertinggi di Sumedang itu. Hujan juga disertai angin kencang dan petir menggelegar saling bersahutan. Saat itu waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB.

Mereka akhirnya memutuskan berteduh di sebuah saung, 200 meter dari puncak gunung yang terdapat makam karuhun asal Sumedang.

"Nah pas sedang berteduh, sekitar pukul 14.00 WIB petir menyambar saung," kata Wasli lagi.

Ahid, Annisa, dan Tiwen disambar petir dan tewas seketika. Seluruh tubuh mereka hangus. Tiga anggota rombongan lain yakni Dursilawati (45), Rofiah (35), dan Opian (35), asal Desa Hajatan Indramayu, menderita luka bakar di kaki kiri.

Sementara Wasli dan tiga orang lain yakni Alik Sumarno, Yuna, Nurjaman, dan Darsim, warga Kecamatan Pusakanagara Kabupaten Subang, berhasil terhindar dari serangan petir.

Dursilawati yang baru saja kehilangan Tiwen suaminya, langsung turun gunung ke Desa Narimbang melapor kepada kuncen makam bernama M Akhmad (65), pukul 17.00 WIB. Warga berdatangan ke lokasi kejadian pukul 19.00 WIB. Korban baru berhasil dievakuasi pukul 24.00 WIB.

Tiga korban tewas sempat disemayamkan di rumah sang kuncen, sebelum dibawa ke kampung halaman masing-masing. Sementara korban luka-luka dibawa ke Puskesmas Congeang. Hingga berita ini diturunkan, korban luka masih dirawat.

Polisi yang menerima laporan, langsung menuju Puskesmas Congeang dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Rikki Aries Setiawan mengatakan, kejadian itu murni musibah. "Ini murni musibah," katanya dihubungi secara terpisah.

(ern/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini