Bahu jalan ukuran 4x20 meter ini, ditimbun tanah lalu ditanami rumput dan bunga. Setiap warga membawa satu kantong plastik berisi tanah dan juga berbagai bunga.
Aksi ini tak hanya melibatkan kaum ibu dan bapak, anak-anak pun ikut terlibat. Mereka membawa beberapa patok yang bertuliskan "siramilah kami" dan "jangan rusak, aku pun ingin hidup". Patok-patok ini dipasang di area lahan yang ditanami rumput dan bunga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya pengembang mengecor bahu jalan itu sejak Desember silam. Menurut Yetti, lahan yang dicor itu sebelumnya merupakan ruang terbuka hijau (RTH). "Kami hanya mengembalikan fungsinya kembali," ujarnya.
Yetti menyatakan Rancabentang yang berada di kawasan Bandung Utara sangat memerlukan RTH untuk daerah resapan. Hingga pukul 09.45 WIB, aksi warga masih berlangsung.
Aksi protes warga terhadap pembangunan hotel Four R sudah kesekian kalinya. Mereka sudah mendatangi dewan meminta agar pembangunan hotel Four R dihentikan karena dinilai menyalahi aturan.
Meski sempat terhenti aktivitasnya, dalam beberapa terakhir proyek pembangunan hotel Four R kembali dilakukan. Hal ini memicu warga melakukan aksi penanaman rumput dan bunga hari ini.
(ern/ern)











































