"Di Gedung Sate dan Gedung Pakuan sudah mulai dicoba," ujar Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLHD) Jabar Setiawan Wangsaatmaja.
Pengolahan sampah tersebut mulai dari pemilahan sampah antara sampah organik seperti sisa makanan dan juga anorganik seperti plastik dan juga pengolahannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampah organik tersebut dikatakan Setiawan dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi barang lain yang bernilai ekonomi. "Yang penting sampahnya tidak tercampur dan dapat dipilah," kata Setiawan.
Gerakan ini menurut Setiawan sudah dilakukan selama 2-3 minggu dengan kerjasama bersama PKK. Selama 3 minggu tersebut Setiawan menyatakan proyek tersebut memang belum bisa dikatakan berhasil. "Karena memang kebiasaan yang lama itu masih susah diubah," ujar Setiawan.
Adapun evaluasi kegiatan ini menurut Setiawan akan dilakukan minggu ini. Namun walaupun dinilai belum sukses Setiawan menyatakan wajar. Selain itu gerakan ini pun bukanlah sebuah program pemerintah. "Ini kan hanya proyek kesadaran saja, sebelum menyuruh kan lebih baik kita melakukan dulu," ujar Setiawan.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(tya/ema)











































