"Isinya kebanyakan cerita soal kelakuan ayahnya yang kerap selingkuh dan juga kekerasan yang dialami oleh ibu. Seperti dipukul di bagian apa, karena apa, dan jam berapa," tutur Bogha saat berbincang di sebuah rumah makan cepat saji di Jalan LRE Martadinata, Kamis Malam (19/2/2009).
Temuan buku diari itu, kemudian diserahkan ke penyidik di Polda Jabar. Namun, tak ditindaklanjuti. "Saat saya minta lagi bukunya, enggak dikasih. Enggak tahu alasannya apa," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Eman juga insomnia dan seperti orang psikopat. "Bapak sering membentur-benturkan kepala anak-anaknya ke tembok, padahal hanya masalah kecil," ujar Bogha.
Setelah delapan bulan tak kunjung selesai kasus pembunuhan ibunya, keluarga besar Yanti yang dipelopori tiga anak-anaknya mengirimkan surat ke Kapolri dan Kabareskrim. Mereka mendesak agar kasus ini cepat diselesaikan.
Keluarga besar Yanti menduga pembunuh pengusaha bus Patriot asal Tasikmalaya itu adalah suami Yanti sendiri, Eman, yang tak lain adalah ayah kandung dari Bogha. Sebelum kejadian, Eman seringkali mengancam akan membunuh Yanti melalui SMS.
(ern/ern)











































