"Kami menemukan beberapa kejanggalan pada peristiwa pembunuhan ibu kami. TKP-nya di dalam rumah, di kamar ibu. Tidak ada pengrusakan dan kami menduga itu orang dalam dan yang dikenal ibu," ujarnya saat berbincang di sebuah rumah makan cepat saji di Jalan LRE Martadinata, Kamis Malam (19/2/2009).
Dari fakta-fakta yang berhasil dikumpulkan oleh pihak keluarga, menurut Bhoga dirinya menduga kuat pelaku pembunuhan ibunya adalah tak lain bapaknya sendiri, Eman Herman. "Saya tidak menuduh, tapi menduga kuat kalau pelakunya ayah kami sendiri," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, menurut Reisa Belanna Mahaputri (20), ibunya sempat menerima SMS beberapa kali dari ayahnya yang isinya berupa ancaman pembunuhan. "Sebelum kejadian ibu pernah menerima SMS dari bapak yang isinya penuh dengan kata-kata kotor dan mengancam akan membunuh ibu," tuturnya yang tak kuasa menahan tangis.
Bhoga menambahkan keluarga berharap Polresta Bandung Tengah dan juga Polda Jabar segera menuntaskan masalah ini. "Jika tidak sanggup, kami minta kasus ini diambil alih oleh Bareskrim," harapnya.
Yanti Heryanti Idris (47) ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Badaksinga No 5 RT05/RW04 Kelurahan Lebak Siliwangi Kecamatan Coblong pada Sabtu, 21 Juni 2008 silam.
Korban berada dalam kamar tidurnya dengan kondisi luka-luka di sebagian wajah dan leher, bekas penganiayaan. Korban yang oleh karyawannya sering dipanggil Ibu Haji Neneng itu ditemukan anaknya, Reisa.
korban terakhir bertemu dengan anaknya, Reisa pada hari Jumat (20/6/2008) pukul 23.00 WIB. Setelah itu, mereka belum bertemu lagi. Terakhir ditemukan Sabtu pagi kira-kira pukul 10.00 WIB dalam keadaan sudah meninggal di tempat tidur.
(ern/ern)










































