Anak Korban Menduga Ayahnya Sendiri yang Bunuh Ibunya

Pembunuhan Pengusaha Bus Patriot

Anak Korban Menduga Ayahnya Sendiri yang Bunuh Ibunya

Baban Gandapurnama - detikNews
Jumat, 20 Feb 2009 11:06 WIB
Anak Korban Menduga Ayahnya Sendiri yang Bunuh Ibunya
Bandung - Kesedihan terpancar dari Bhoga Patriot Mahaputra (27) dan Reisa Belanna Mahaputri (20), anak dari Yanti Heryanti Idris (47), pengusaha bus Patriot yang dibunuh dengan keji di kamarnya sendiri pada Sabtu, 21 Juni 2008 silam. Pelaku pembunuhan ibu keduanya yang hingga kini belum juga terkuak oleh polisi, mereka duga kuat adalah ayahnya sendiri, Eman Herman (50).

"Kami menemukan beberapa kejanggalan pada peristiwa pembunuhan ibu kami. TKP-nya di dalam rumah, di kamar ibu. Tidak ada pengrusakan dan kami menduga itu orang dalam dan yang dikenal ibu," ujarnya saat berbincang di sebuah rumah makan cepat saji di Jalan LRE Martadinata, Kamis Malam (19/2/2009).

Dari fakta-fakta yang berhasil dikumpulkan oleh pihak keluarga, menurut Bhoga dirinya menduga kuat pelaku pembunuhan ibunya adalah tak lain bapaknya sendiri, Eman Herman. "Saya tidak menuduh, tapi menduga kuat kalau pelakunya ayah kami sendiri," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dugaan itu diperkuat dengan sikap kasar ayahnya terhadap ibunya semasa hidup. "Pada saat ditemukan ibu luka-luka di bagian wajah. Itu kebiasaan ayah yang kerap memukul, menampar, dan menendang ibu di bagian wajah saat ibu masih hidup," ujarnya sambil terisak.

Selain itu, menurut Reisa Belanna Mahaputri (20), ibunya sempat menerima SMS beberapa kali dari ayahnya yang isinya berupa ancaman pembunuhan. "Sebelum kejadian ibu pernah menerima SMS dari bapak yang isinya penuh dengan kata-kata kotor dan mengancam akan membunuh ibu," tuturnya yang tak kuasa menahan tangis.

Bhoga menambahkan keluarga berharap Polresta Bandung Tengah dan juga Polda Jabar segera menuntaskan masalah ini. "Jika tidak sanggup, kami minta kasus ini diambil alih oleh Bareskrim," harapnya.

Yanti Heryanti Idris (47) ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Badaksinga No 5 RT05/RW04 Kelurahan Lebak Siliwangi Kecamatan Coblong pada Sabtu, 21 Juni 2008 silam.

Korban berada dalam kamar tidurnya dengan kondisi luka-luka di sebagian wajah dan leher, bekas penganiayaan. Korban yang oleh karyawannya sering dipanggil Ibu Haji Neneng itu ditemukan anaknya, Reisa.

korban terakhir bertemu dengan anaknya, Reisa pada hari Jumat (20/6/2008) pukul 23.00 WIB. Setelah itu, mereka belum bertemu lagi. Terakhir ditemukan Sabtu pagi kira-kira pukul 10.00 WIB dalam keadaan sudah meninggal di tempat tidur.
(ern/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini