Salah satu contoh adalah pemilik percetakan CV Nusantara di kawasan Jalan Astana Anyar, Tony (36). Menurutnya, membludaknya pesanan kampanye caleg bukan berarti harus berebut order.
"Nggak ada persaingan, yang ada malah kerjasama dengan percetakan lainnya," kata Tony saat ditemui di ruang kerjanya di kawasan Pasar Astana Anyar, Kamis (19/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tony menambahkan dengan konsumen pun dirinya lebih memilih pola kerjasama saling percaya. "Nggak ada surat-suratan, dan saya enggak mau tahu, barang selesai uang harus ada," tegas Tony.
Walau demikian, tidak menutup kemungkinan jika ada caleg yang bayar mundur pesanannya. "Yang penting ada uang masuk dulu, minimal 50 persen, sisanya bisa menyusul," jelas Tony.
Tony mengatakan, suasana banjir order caleg yang saat ini dirasakan percetakannya sudah mulai terjadi sejak November-Desember 2008 lalu. "Bulan sekarang mah sudah mulai enggak seramai bulan 11-12 kemarin," tandas Tony yang mengaku memegang order percetakan seluruh caleg dari PPP di wilayah Cianjur.
Disinggung soal peningkatan penghasilan, Tony mengaku jika membludaknya order percetakan caleg tidak terlalu berpengaruh terhadap omzet perusahaannya.
"Kalau dihitung per bulan bolehlah, kenaikan sekitar 20 persen, tapi kalau pertahun, ya sama saja, enggak ada perbedaan," jelas Tony. Menurutnya, ini disebabkan bahan baku yang dibutuhkan untuk percetakan merangkak naik.
(ahy/ern)











































