Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf saatΒ saat menerima Kepala Disnakertrans Jabar Mustopa Djamaludin di Gedung Sate Bandung (16/2/2009).
"Fokusnya pedesaan karena 47 persen kaum muda tinggal di desa," ucap Wagub dalam surat elektronik yang diterima detikbandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti perempuan tidak harus pergi jauh dari keluarga. Desa juga tidak ditinggalkan anak muda dan kalangan terdidik karena tersedia lapangan kerja," jelas Dede.
Jabar diharapkan jadi contoh penyerapan tenaga kerja perdesaan di Indonesia. Dalam jangka panjang, program Pemuda Mandiri Penciptaan Lapangan Kerja Perdesaan akan mengurangi laju urbanisasi.
"Jika program ini berhasil, beban Jakarta akan berkurang karena tidak lagi diserbu anak-anak muda perdesaan yang mau mengadu nasib di ibu kota," tegas Dede.
Program ini akan didanai APBN, APBD Provinsi Jabar, dan dana lain dari CSR (corporate social responsibility) perusahaan. Pencanangan akan dilakukan pada 25 Februari 2009 di Gedung Pusdai Jabar, dihadiri Menakertrans Erman Suparno.
Tujuan program adalah menciptakan kader-kader wirausaha baru yang mandiri, produktif, dan beretos kerja tinggi bagi angkatan muda di perdesaan. Sasaran program difokuskan ke ekonomi perdesaan dan sektor informal karena 31,24 persen keluarga miskin berada di perdesaan. Tingkat pendidikan perdesaan juga rendah dan umumnya di daerah terpencil dan tidak memiliki matapencarian tetap.
"Ide dasar penciptaan lapangan kerja di perdesaan adalah pola Desa Membangun Kota yang sering saya lontarkan. Pola pembangunan ke depan harus dibalik. Bukan lagi kota membangun desa, tapi desa membangun kota," jelas Dede Yusuf.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(lom/lom)











































