Usai pemeriksaan, Djanuarsih mengatakan, AMP merupakan kelompok medis yang juga memiliki kemampuan seperti pecinta alam. Sejak didirikan, AMP sering diminta bantuannya untuk kegiatan-kegiatan organisasi lain. Terutama untuk menangani medis peserta kegiatan. Menurut Djanuarsih, saat tim bekerja maka tanggung jawab pasien ada di tangan AMP.
Terkait dengan tewasnya mahasiswa ITB Dwiyanto Wisnugroho, Djanuarsih mengatakan bahwa tim medis AMP yang bertugas saat itu tidak diperbolehkan masuk mendampingi peserta secara langsung. Tim hanya boleh menunggu di pos kesehatan yang telah disediakan oleh panitia kegiatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djanuarsih menambahkan, bahwa tim medis AMP bukan orang-orang sembarangan. Tim terdiri dari orang-orang yang mendapatkan pelatihan keterampilan dan medis. Pelatihan tersebut dilakukan sebelum tim turun ke lapangan.
"Tidak semberang masuk AMP. Semuanya melalui tahapan pelatihan," katanya.
Usai pemeriksaan terhadap Djanuarsih, polisi masih juga memeriksa keluarga Dwiyanto Wisnugroho. Adalah ayah dari Dwiyanto Wisnugroho, Daryanto (50) yang datang langsung ke Mapolresta Cimahi.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(rks/rks)










































