Rektor Unpad Buka Suara Soal Ospek Ilegal Geodesi ITB

Mahasiswa ITB Tewas Saat Ospek

Rektor Unpad Buka Suara Soal Ospek Ilegal Geodesi ITB

- detikNews
Sabtu, 14 Feb 2009 11:56 WIB
Rektor Unpad Buka Suara Soal Ospek Ilegal Geodesi ITB
Bandung - Rektor Unpad Ganjar Kurnia mengatakan tidak akan ikut campur urusan hukum yang sedang dialami Atlas Medical Pioneer (AMP), tim medis yang diperbantukan Ikatan Mahasiswa Geodesi ITB saat orientasi mahasiswa baru pada 7 dan 8 Februari lalu.

"Kita akan mengikuti saja proses hukum itu. Tapi Unpad tetap akan memberikan perlindungan hukum karena AMP di bawah Fakultas kedokteran Unpad," ujarnya usai membuka Pekan Olahraga dan Seni Unpad, di Gedung Pakuan, Kampus Unpad Jatinangor, Jalan Raya Jatinangor, Sumedang, Sabtu (14/2/2009).

Menurutnya Unpad pun tak akan memberikan sanksi apa pun terhadap tim medis AMP yang terlibat dalam kegiatan ospek Geodesi yang dinyatakan ilegal oleh ITB itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami hanya urusi urusan akademik, itu urusan hukum. Kita serahkan saja pada proses hukum yang sedang berjalan," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga tim medis AMP diperiksa oleh Polres Cimahi sebagai saksi dalam kasus kematian mahasiswa Geodesi ITB Dwiyanto Wisnugroho pada saat mengikuti orientasi mahasiswa baru Geodesi pada 7 dan 8 Februari lalu.

Tim AMP yang merupakan kelompok pecinta alam di bawah Fakultas Kedokteran ini diminta bantuan untuk menangani medis peserta orientasi. Namun pada kegiatan itu, dari panitia Ikatan Mahasiswa Geodesi (IMG) pun disediakan tim medis.

(ern/ern)


Berita Terkait