Bandung - Sedikitnya 10 orang mahasiswa unjuk rasa di halaman Gedung Sate, Bandung, Jumat (13/2/2009). Mahasiswa yang menyebut dirinya berasal dari Gerakan Pemuda Pantura, memprotes baliho calon legislatif yang menyertakan simbol agama dalam media kampanyenya.
"Tolak iklan kampanye yang membawa agama dalam kampanye pemilu," ujar Wayan Kunto Dewo, juru bicara demonstran.
Penggunaan simbol agama dalam media kampanye itu misal, di Indramayu seorang caleg dari Partai Golkar, menggunakan kutipan dari kitab suci Islam. "Dia jual agama untuk raih kursi sebanyak," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi berlangsung singkat dan hanya dijaga 20 polisi polres bandung tengah. Setelah 30 menit, aksi mereka berakhir dan meneruskannya ke RRI Bandung.
(rks/ern)