Hal tersebut dikatakan oleh Kapolres Cimahi AKBP Purwolelono kepada detikbandung, Kamis (12/2/2009). Sebelumnya Kapolres mengatakan jika dirinya telah menghubungi pihak keluarga Dwi untuk mengutarakan hal serupa kemarin, Rabu (11/2/2009).
"Kemarin saya baru lewat telepon dan hari ini kita kirim tim ke rumah korban di Bekasi," kata Kapolres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika disinggung apakah tetap akan melakukan otopsi jika pihak keluarga tidak mengizinkan polisi memeriksa jasad Dwiyanto?
"Kita punya wewenang untuk itu, tapi kita tidak terburu-buru karena keluarga masih dalam keadaan syok," kata Purwo.
Purwo mengatakan dalam pengusutan kasus dibalik tewasnya Dwiyanto, pihaknya terkendala dengan permasalahan otopsi yang belum dilakukan dan banyaknya jumlah orang yang terlibat dimana mencapai 170 orang lebih.
Hari ini polisi memeriksa tiga tim medis dari Atlas Medical Pioneer (AMP) yang berdiri di bawah bendera Fakultas Kedokteran Unpad. Status pemanggilan ketiga tim medis tersebut adalah sebagai saksi. Pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian adalah untuk mencari rangkaian cerita yang terputus dari keterangan kedua belah pihak, AMP dan juga ITB.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ahy/ern)










































