Satu Linmas Tewas Tertusuk, Polisi Dilempari Massa

Simulasi Pemilu 2009

Satu Linmas Tewas Tertusuk, Polisi Dilempari Massa

Baban Gandapurnama - detikNews
Kamis, 12 Feb 2009 10:55 WIB
Satu Linmas Tewas Tertusuk, Polisi Dilempari Massa
Bandung - Satu Linmas yang membawa kotak suara tewas ditusuk. Sementara itu puluhan petugas Dalmas yang menjaga kantor KPU Bandung dilempari massa.

Kejadian ini berawal dari pemilih yang marah karena dirinya tak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) serta kekecewaan ratusan pendukung caleg terhadap kinerja KPU Bandung.

Dua orang pemilih datang ke TPS NO 6 untuk memilih. Namun dua orang petugas Linmas melarang mereka karena kedua nama itu tidak terdaftar. Kedua orang itu tidak memiliki undangan dan juga tak punya KTP. Lalu terjadi kericuhan di TPS itu, namun bisa dikendalikan oleh dua orang polisi yang berjaga-jaga di sana. Akhirnya dua orang itu pergi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

kemudian seteaah selesai pemilihan,dua orang anggota Linmas membawa kotak suara untuk dibawa ke kelurahan. Tak jauh dari TPS, dua orang warga yang dilarang memiilih tadi datang bersama tiga orang rekannya. Mereka berusaha merebut kotak suara. Namun petugas Linmas terlihat sekuat tenaga mempertahankannya. Lalu terjadilah pergumulan. Tiba-tiba satu orang anggota Linmas, jatuh tersungkur dengan bersimbah darah. Dia tewas seketika akibat luka tusuk di bagian perut.

Lalu polisi datang dan menelepon anggota Polresta Bandung Tengah. Selanjutnya jenazah dibawa ke RS dan polisi melakukan olah TKP.

Kericuhan lainnya berlangsung saat digelar sidang pleno di KPU Bandung. Ratusan orang dari salah seorang caleg menggeruduk kantor KPU. Namun dihadang sekitar 66 orang petugas Dalmas dengan menggunakan tameng. Massa terus merangsek dan melempar polisi dengan air yang dibungkus plastik. Massa juga bakar ban.

Dua kejadian di atas merupakan simulasi persiapan pemilu 2009 yang digelar KPU Bandung dan Polresta Bandung Tengah, di Lapangan Tegallega, Kamis (12/2/2009).

Kapolresta Bandung Tengah AKBP I Wayan Suparta mengatakan simulasi persiapan ini untuk meningkatkan kemampuan Polri pemilu 2009. "Tidak boleh lengah dan harus waspada. Pengamanan pemilu ini mutlak tugas polri," katanya.

Menurutnya untuk di wilayah hukum Polresta Bandung Tengah, ada 10 kecamatan yang diawasi. "Kami akan kerahkan sekitar 800 personel polisi," katanya.

Sementara itu Ketua KPU Bandung Heri Sapari mengatakan skenario simulasi persis dengan kenyataan di lapangan, meski masih ada yang kurang singkron. "Tadi kan pembawa acara bilang si pemilih itu punya kartu pemilih. Padahal nanti di pileg dan pilpres, tak ada kartu pemilih. Yang ada hanya undangan dan pemilih harus tunjukan KTP. Kalaupun engga bawa KTP bisa memilih, tapi terdata di DPT," jelasnya panjang lebar.

Jumlah pemilih di Bandung sebanyak 1,6 juta lebih yang tersebar di 5.462 TPS (ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads