Tim Medis Unpad Tak Pernah Diminta Panitia Mengurus Dwiyanto

Mahasiswa ITB Tewas Saat Ospek

Tim Medis Unpad Tak Pernah Diminta Panitia Mengurus Dwiyanto

- detikNews
Rabu, 11 Feb 2009 11:22 WIB
Tim Medis Unpad Tak Pernah Diminta Panitia Mengurus Dwiyanto
Bandung - Atlas Medical Pioneer (AMP) dari Fakultas Kedokteran Unpad yang disebut-sebut merawat korban Dwiyanto Wisnugroho sebelum tewas membantahnya. AMP tidak pernah diminta panitia untuk merawat korban.

Hal itu dikatakan Kepala Biro Kemahasiswaan sekaligus Anggota Tim Penegakan Norma Mahasiswa ITB, Djadji Satira, di Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Rabu (11/2/2009).

"Tadi pagi ada yang dari AMP datang ke saya dan menceritakan kronologi menurut mereka," ujarnya. Mereka keberatan karena dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap kesehatan Dwiyanto.

Menurut penuturan tim medis dari AMP, pada saat Dwiyanto pingsan pertama kali, AMP tidak diberitahu oleh panitia Ikatan Mahasiswa Geodesi (IMG). AMP baru mengetahui setelah korban siuman dan sudah mulai berjalan lagi. Keterangan ini berbeda dengan kronologis apa yang diungkapkan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Widyo Nugroho Sulasdi. (Baca: Kronologi kematian Dwiyanto).

"Menurut AMP, saat pingsan pertama kali itu, yang memeriksa adalah tim medis IMG," ujar Djadji.

Dwiyanto, menurut keterangan tim medis AMP, selalu dipisahkan dengan kawan lainnya, Selama itu, lanjut Djadji, AMP mengaku tidak pernah diberitahu apalagi merawat korban.

"AMP baru dihubungi pukul 00.00 Minggu dini hari.Panitia meminta untuk mengeluarkan surat keterangan sehat untuk Dwiyanto, namun AMP menolak karena bukan wewenangnya. Lalu kejadian muntah-muntah dan Dwiyanto tak sadarkan diri," terangnya.

Menurutnya keterangan ini akan diselidiki kebenarannya. "Kita masih selidiki, kita masih bingung. Siapa yang bertanggung jawab antara pukul 23.00 hingga 00.00 WIB. Kita masih selidiki, apakah betul IMG yang menangani atau AMP," katanya.

"Ini masih misteri dan yang jadi pertanyaan pula kenapa korban dipisahkan dari kumpulan teman-teman lainnya," ujar Djaji heran.
(ern/ern)


Berita Terkait