Menurut hasil penyelidikan Komisi Penegakan Norma Kemahasiswaan ITB, kata Widyo, pada saat pemberangkatan Dwi dinyatakan sehat oleh AMP.
"Tapi pada saat berjalan pertama sejauh 1,2 kilometer, Dwi sudah terjatuh pada saat baru berjalan 400 meter. Ini yang aneh, saat dia terjatuh kok dia masih dinyatakan sehat dan kenapa mesti disuruh ikut kembali ke rombongan," ujar Widyo saat jumpa pers di Gedung Rektorat, Jalan Tamansari, Selasa (10/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu Minggu dini hari, sekitar pukul 00.00 WIB, saat Dwi ingin pulang kenapa tidak segera membawa Dwi pulang. "AMP kenapa kok masih menyatakan Dwi tetap sehat, dari awal saat dia jatuh dan pingsan kok tetap dikatakan sehat. Ini tanggung jawab besar AMP," tegas Widyo.
Lebih lanjut Widyo mengatakan ITB akan bertemu dengan keluarga korban untuk memperbincangkan riwayat kesehatan Dwi. "AMP katakan Dwi sehat. Kita ingin minta keterangan dan kejujuran dari keluarga Dwi, dia punya riwayat penyakit apa," katanya.
(ern/ern)










































