Sebelum Tewas, Mulut Dwi Dipenuhi Busa Kekuningan

Kronologi Kematian Mahasiswa ITB

Sebelum Tewas, Mulut Dwi Dipenuhi Busa Kekuningan

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 10 Feb 2009 16:03 WIB
Sebelum Tewas, Mulut Dwi Dipenuhi Busa Kekuningan
Bandung - Berikut kronologi saat Dwi melakukan kegiatan orientasi mahasiswa baru yang dianggap ilegal oleh pihak ITB, yang digelar Ikatan Mahasiswa Geodesi (IMG) di Pager Wangi, Lembang, Sabtu 7 Februari, dan Minggu 8 Februari 2009.

Kronologi ini berdasarkan hasil penyelidikan oleh Komisi Penegakan Norma Kemahasiswaan ITB.

- Sabtu, sebanyak 82 mahasiswa angkatan 2007 dikumpulkan di Lebak Siliwangi. Lalu rombongan itu diberangkatkan pada pukul 12.00 WIB dengan menggunakan angkot menuju Desa Pager Wangi, Lembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Sebelum berangkat, mahasiswa diperiksa kesehatannya oleh tim medis Atlas Medical Pioneer (AMP) FK-UNPAD. Saat diperiksa, para mahasiswa dinyatakan sehat.

- Angkot yang mengangkut rombongan tiba di Lembang. Selanjutnya, para mahasiswa itu berjalan kaki sejauh 1,2 kilometer menuju lapangan II di desa Pager Wangi. Namun, saat baru berjalan 400 meter, Dwi terjatuh. Saat itu Dwi ditemani dua rekannya. Kemudian Dwi disuruh minum. Akan tetapi, Dwi diajak kembali untuk meneruskan perjalanan hingga tiba di lapangan II. Dwi terlambat 10 menit dibandingkan rekan-rekannya.

- Pukul 14.00-14.40 WIB, rombongan melakukan makan siang dan sholat.

- Pukul 15.35-18.20 WIB, perjalanan dari lapangan II dilanjutkan menuju ke Pos 1. Dwi masih bisa berjalan walau agak kesulitan. Kala itu, Dwi berjalan sambil dipapah oleh dua orang melalui jalan yang menanjak sejauh 100 meter. Saat dipapah ini, Dwi merasakan sakit di bagian punggung. Singkatnya, Dwi mampu berjalan hingga Pos 6. Ketika tiba di Pos 6, aktivitas Dwi hanya duduk dan belajar berjalan.

- Pukul 18.20-18.45 WIB, Dwi dibawa menuju Pos Atlas Medical Pioneer (AMP) dengan dipapah. Dwi mengeluh sakit di bagian pinggang kiri. Tak lama setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke lokasi terakhir di SMA Mekar Wangi.

- Pukul 19.40-20.30 WIB, Dwi pingsan dan langsung mendapat perawatan dari tim medis AMP.

-Pukul 20.30-22.10 WIB, Dwi dalam kondisi tidak bisa berdiri. Kemudian tim medis AMC membalurkan pakai kayu putih. Dwi sempat dirangkul untuk berdiri dan duduk kembali.

- Pukul 00.00 WIB, Dwi diperiksa tim medis dan dinyatakan sehat kembali. Dwi sempat ditinggal sendirian. Lalu, panitia menanyakan kepada Dwi apakah ingin pulang. Dwi menjawab ingin pulang.

Minggu 8 Februari, dini hari :
-Pukul 01.30-02.20 WIB, Dwi sudah dalam kondisi parah. Akhirnya dirinya dibopong ke luar ruangan.

- Pukul 02.20-02.25 WIB, setelah menunggu tim medis dan kendaraan, kondisi Dwi tidak dapat berkomunikasi dengan baik. Selain itu, Dwi mengeluarkan air liur dan tidak merespon cahaya. Tak lama, mobil datang. Tetapi Dwi tidak bisa masuk ke dalam mobil, karena Dwi memiliki badan yang besar. Saat diturunkan kembali, Dwi sempat buang air besar di celana dan tidak sadar. Tak itu saja, mulut Dwi pun dipenuhi busa kekuningan, nadi radialis dan karotis tidak teraba, tidak bernapas dan suhu dingin. Tim medis hanya memberikan nafas buatan dan pijat jantung.

- pukul 03.15 WIB, Dwi tiba di RS Borromeus dengan menggunakan mobil pick-up. Namun
sayang, Dwi sudah dalam keadaan meninggal dunia.

(bbp/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads